Senin, 28 Februari 2011

Pendidikan merupakan Hak Dasar yang Perlu di Junjung Tinggi


Pendidikan sangat penting untuk modal awal dalam membentuk karakter pribadi seorang mulai dari kecil sehingga dewasa. Ada kata mutiara yang mengharuskan kita menuntut ilmu sejak dini, “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang kubur”. Kalau kita simak dan renungkan kata-kata diatas bahwa menuntut ilmu wajib dan merupakan hak dasar serta bagian dari pendidikan. Betapa banyak orang yang miskin dan kelaparan karena keterbelakangan pendidikan, dan banyak pula orang yang kaya dan berkecukupan serta seukses karena latar belakang pendidikannya. Namun ada juga orang yang sukses karena latar belakang pendidikan non formalnya dibanding pendidikan formal.
Formal dan non formal merupakan hak dasar setiap orang, pada dasarnya Pendidikan formal dan Pendidikan non formal merupakan hanya sebagai sarana untuk mencapai sebuah mimpi ataupun keinginan seseorang. Hal ini dilatarbelakangi olah beberapa faktor yang mempengaruhi, ada faktor ekonomi, faktor politik, faktor sosial budaya
Ekonomi menjadi salah satu faktor dalam menentukan seseorang memakai hak dasarnya dalam memilih pendidikan formal dan non formal. Namun perlu juga diketahui karena faktor ekonomi ada beberapa karakter pribadi yang sering muncul dalam kehidupan kita :
a.      Faktor ekonomi yang lemah ;
-         Membuat karakter seseorang dapat termotivasi untuk sukses karena kecerdasan otaknya, dia dapat menyelesaikan pendidikan formalnya dari S1 sampai S3 dan mendirikan foundation yang membantu memberikan sarana dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah. Kemudian dengan kesusesannya dia bersyukur kepada Tuhan dan mencurahkan rasa bersyukurnya dengan tanpa membatasi kebaikan yang dilakukan dan menjadikan dirinya sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi sesama dan alam.

-         Membuat karakter seseorang termotivasi untuk menggali potensinya dalam pendidikan non formal sebagai alternatif pendidikan karena keterbatasan biaya ekonomi yang lemah, kemudian dia menekuni bidang tertentu dari hasil pendidikan non formalnya di bidang perbengkelan, dari hasil ketekunan dan kerja kerasnya serta ingin merubah nasibnya dia berhasil memberikan kebaikan pada dirinya sendiri dan keluarganya serta orang lain dengan lapangan kerja yang dia sediakan untuk orang dan pelatihan untuk orang yang ingin belajar

-         Membuat karakter seseorang jadi lemah dan keras sehingga dia bimbang dan ragu menggunakan pendidikan sebagai hak dasarnya karena sering merasa kawatir bahwa orang lain menilai dirinya kurang atau lebih rendah dari mereka padahal hampir setiap orang mengkawatirkan hal yang sama, sehingga dia jadi lemah dan tidak mau serta peduli dengan pendidikan, mereka berprinsip hidup ini untuk makan, dan makan hari ini harus dicari hari ini, pendidikan itu perlu biaya,  dan biaya perlu dicari, dicarinyapun susah jadi buat apa sekolah dan mencari pendidikan. Karakter pribadi seperti inilah yang perlu kita tolong dan kita berikan kebaikan dengan membantu membiayai pendidikan formal dan non formal yang diminati agar mereka dapat berkata bekerja dan belajar hari ini untuk makan hari ini, esok dan sampai bulan depan.

b.     Faktor ekonomi yang kuat;
-         Membuat karakter seseorang termotivasi untuk sukses terus  menyelesaikan pendidikan formalnya dari SD sampai S1 Jika dia bersemangat belajar sampai S3 dan mendirikan LSM atau foundation yang membantu memberikan sarana dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah dengan sistem bea siswa dan orang tua asuh dan mendirikan fasilitas pendidikan untuk ekonomi menengah keatas. Dan mencurahkan rasa bersyukurnya dengan tanpa membatasi kebaikan yang dilakukan dan menjadikan dirinya sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi sesama dan alam.

-         Membuat karakter seseorang hanya mengenyam pendidikan hanya sampai S1 saja dan mengharafkan status sarjana, lalu ada juga mereka yang memiliki ekonomi kuat yang membangun bisnis pendidikan yang berkualitas agar dapat menghasilkan laba keuntungan sebesar-besarnya untuk pribadi dan keluarganya, dengan target pasar kelas ekonomi menegah ke atas atau kata lain hanya untuk orang-orang yang berduit besar
Politik menjadi salah satu faktor pendorong dalam menentukan seseorang memakai hak dasarnya memilih pendidikan. Namun perlu diketahui karena faktor politik ada beberapa karakter pribadi yang sering muncul dalam kehidupan kita :
a.      Faktor Politik yang stabil ;
-         Mempengaruhi dan membuat karakter pribadi seseorang semangat untuk mencari pendidikan yang baik dan berkualitas, dengan politik yang stabil pemerintah akan meningkatkan system pendidikannya dengan membenahi kulaitas dan kuantitas serta akan mendanai siswa beprestasi dengan bea siswa pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam negeri maupun ke luar negri, hal ini sangat berpengaruh pada semangat memperjuangkan hak dasar pendidikan agar menjadi orang-orang yang berilmu, karena Tuhan akan mengangkat derajat seseorang karena ilmunya.

b.     Faktor Politik yang labil ;
-         Membuat karakter pribadi seseorang menjadi ragu dan bimbang dalam mengejar pendidikan karena merasa was-was dalam belajar akibat dari kisruh politik yang terjadi, contoh seperti yng akhir-akhir ini terjadi di Mesir dan Libya, hal ini membuat tak nyaman dan aman Pelajar ataupun oran-orang yang sedang menempuh pendidikan di daerah tersebut. Memang ada sebagian yang masih memenuhi hak dasar pendidikannya walau dengan resiko, hal itu karena niat belajar dan semangat belajar mereka yang tinggi. Ada juga yang mengambil alternatif memilih pendidikan non formal saat menghindari resiko kisruh politik.
Sosial Budaya menjadi salah satu faktor yang mewarnai seseorang dalam memakai hak dasarnya memilih pendidikan. Namun perlu diketahui karena faktor sosial budaya ada beberapa karakter pribadi yang sering muncul dalam kehidupan kita :
a.      Faktor Sosial Budaya yang baik ;
-         Sosial budaya yang baik mempengaruhi tingkat pendidikan dan semangat mencari ilmu yang baik berguna untuk kebaikan sesama manusia dan alam. Karena tingkat sosial yang baik sangat baik dalam menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan, bila ada saudara dan tetangga yang tidak mampu namun anaknya memiliki semangat belajar dan otaknya cerdas maka pemerintah maupun LSM serta warga sekitar akan berupaya membantu mereka yang membutuhkan untuk memenuhi hak dasar pendidikannya

b.     Faktor Sosial Budaya yang sedang / biasa saja
-         Sosial budaya yang sedang / biasa, tingkat semangat untuk memenuhi hak dasarnya juga sedang-sedang juga, karena ada sebagian yang memiliki anggapan sangat penting berpendidikan dan ada juga beranggapan pendidikan penting tapi lebih penting lagi melihat kondisi keuangan yang ada, jika keuangan lebih memlilih pendidikan formal sampai tingkat tinggi, jika keuangan hanya pasa-pasan akan mengambil pendidikan formal yang sedang saja dan mengambil pendidikan non formal saja yang penting bisa dipakai untuk kerja.

c.     Faktor Sosial Budaya yang buruk
-         Sosial budaya yang buruk mempengaruhi sekali pada pendidikan yang diambil dengan maksud penyalahgunaan untuk kejahatan sosial dan budaya, bila social penduduk yang ada disekitar merupakan komunitas pencuri dan penjudi maka pendidikan bagi mereka tidak untuk anak-anaknya dalam memenuhi hak dasarnya. Karena bagi mereka yang ada dalam pikiran mereka bagaimana cara mencari dan mendapatkan uang banyak dan cara mengambil dari hak orang lain dalam waktu singkat. Mereka tidak lagi memikirkan kebaikan untuk sesama dan alam.
Bagaimana kita memperbaiki karakter pribadi kita dalam menjadikan pendidikan sebagai hak dasar dalam hidup dan perlu di junjung tinggi ?
Pertama,  kita harus merenung dan selalu ingat; bahwa Tuhan meninggikan derajat kita  jika kita menjadikan diri kita berilmu dan akan menolong jika kita bekerja untuk menolong sesame. Sesungguhnya, tidak ada orang yang ikhlas merusak hidupnya sendiri. Tapi,...jiwa baik yang ditelantarkan dalam ketidak-pedulianakan berlaku seperti menyukai rasa sakit. Kekerasan hati yang mengakibatkan orang merusak kehidupannya sendiri, selalu berasal dari masa lalu yang hampa kasih sayang atau dari lingkungan yang memperlakukannya dengan kejam.

Kedua, kita harus mengetahui dan perhatikan; perlu diketahui bahwa pendidikan membuat orang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, membuat orang yang awalnya bodoh menjadi pandai, membuat orang yang awalnya terbelakang menjadi terdepan, membuat orang yang awalnya derajatnya rendah menjadi tinggi derajatnya. Coba kita perhatikan awal perkembangan seorang anak balita mulai dari saat dia dilahirkan ibunya, kemudian si bayi menangis sekeras-kerasnya seakan-akan sedang bersedih karena terlahir ke dunia, namun banyak orang-orang disekelilingi tersenyum gembira atas kelahirannya. Ini merupakan pendidikan untuk kita semua dan hak dasar yang perlu kita renungkan, kenapa si bayi menangis saat keluar dari rahim ibunya dan hanya bergerak-gerak saat di dalam rahim.
Sang bayi hanya bergerak-gerak dalam rahim sang ibu karena dia bahagia dan dia bersyukur hidup di alam rahim, walau hidupnya di dalam ruangan yang sempit dengan posisi melipat merupakan hak dasar serta sunatullah yang dianugerahkan Tuhan pada sang bayi. Karena pertumbuhannya dia sejak mulai proses pembuahan air mania atau sperma laki-laki dan wanita yang terus berubah menjadi segumpal darah, kemudian membentuk segumpal daging dan tulang, lalu berubah fisiknya menjadi lengkap dari panca indra sampai berbentuk sempurna, kemudian saat 4 bulan Tuhan memberikan Ruh (jiwa) pada jasadnya maka bertambah bersyukurlah sang bayi dan mempercayai sang Pencipta. Dia bisa hidup dan bernapas dalam rahim serta dapat makan melalui ari-arinya merupakan sebuah anugerah, bahwa tanpa menangispun dia bisa makan dan minum serta hidup di alam rahim karena anugerah Tuhan semata.
Bayi saat lahir, Tuhan  memberikan iman yang kuat pada sang bayi karena dia telah diberikan kehidupan pada alam rahim yang sangat sempit dan di berikan kasih saying oleh Tuhan dan oleh ibu yang mengandungnya, jika ia menginginkan buah mangga maka sang bayi akan mengontak ke pikiran ibunya untuk membeli dan memakan buah mangga,  namun setelah terlahir ke dunia dia menangis karena dia akan memulai hidup di alam dunia dengan mempelajari apa yang dia rasakan dan dia lihat serta yang diajarkan oleh Bundanya dan orang di sekelilingnya. Saat si bayi lapar maupun haus maka dia akan berkomunikasi pada orang tuangnya bahwa dirinya haus, dirinya lapar, dirinya pipis, dirinya buang air besar, dirinya kedinginan, dirinya kurang enak badan, dirinya takut dengan cara menangis sejadi-jadinya supaya diperhatikan untuk memenuhi hak dasarnya. Hal ini merupakan salah satu pendidikan non formal juga bagi kita semua. Bahwa setiap sesuatu kebaikan yang kita lakukan memerlukan ilmunya dan ilmunya bisa kita dapatkan melalui pengalaman hidup, melalui buku, melalui pendidikan formal maupun non formal dalam bagaimana cara memelihara dan mengasuh sang bayi.     
          Ketiga, motivasi dalam mencapai tujuan; Puncak utama pendidikan membantu seseorang menuju pintu sukses dan pintu kebaikan. Karena Tuhan akan mengangkat derajat seseorang untuk orang-orang yang berilmu pengetahuan, semakin tinggi ilmu seseorang semakin tinggi pula inpirasi dan motivasi yang akan dihasilkan. Pemikiran seorang yang berpendidkan dituangkannya dalam kesehariannya, baik yang dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari, yang diterapkan di kantor di pasar dan di sekolah tempat mengajar maupun diterapkan dalam sebuah seminar. Mungkin bagi seoarang  pemikir dan ahli pendidik menjabarkan dalam berupa tulisan pada suatu karya buku maupun tulisan pada media cetak maupun elektronik. Namun ada juga orang yang menjabarkan hasil pendidikannya dalam bentuk perbuatan yang nyata agar dapat menjadi sebuah kebaikan untuk dirinya dan untuk sesama manusia dan alam.
          Keempat, bersyukur dalam keadaan apa saja; Bersyukur itu tidak berhenti dalam mencari ilmu maupun pendidikan dan tidak berhenti menerima apa adanya saja, tapi terutama berusaha dan terus berusaha bekerja keras untuk mengadakan yang terbaik, dengan menjadi orang yang berilmu tidak ada orang yang melarang untuk menjadi orang yang kaya yang besar dermanya dan kedermawanannya bagi sesama manusia sebagai mahluk sosial dan menjadi orang yang hebat yang membesarkan negeri. Jika orang lain dapat merasa aku sedang menghibur diriku untuk menggapai hak dasarku dalam pendidikan maka aku sedang belajar menerima kelemahan hidup dan aku akan menggapainya dengan bekerja lebih baik membuktikan bahwa yang kaya hati juga bisa menjadi kaya harta, akan lebih baik lagi aku berlatih keras merajinkan diri karena Tuhan akan mensejahterkan jiwa rendah hati yang gemar bekerjan dan mencari ilmu.
          Kemiskinan pada dasarnya bukanlah penyakit dan bukanlah pula keadaan yang permanen karena orang miskin yang berhati orang kaya akan banyak mengeluh. Hati orang miskin akan berlaku rendah hati, penuh syukur dan ikhlas melakukan yang sekarang bias dilakukan. Karena kemiskinan adalah titik awal yang paling mengikhlaskan dan semoga kita menjadi jiwa yang ikhlas dalam mencari limu pendidikan formal maupun pendidikan non formal.
         

Kelima, berfokus pada kekurangan dan semangat; kita harus berhenti pada kekurangan karena hal itu akan membuat diri kita merasa iri dan tersiksa dengan kelebihan orang lain, jika kita berfokus pada kekurangan dan kelemahan diri kita sendiri maka kita akan menyesali apa yang tidak bisa kita miliki. Jika kita dapat mensyukuri yang dapat kita lakukan dan berfokus menjadikannya keuntungan bagi orang lain dan sesama makhluk social maka kita akan menjadi kuat dan merasa gembira, berfokus merupakan semangat yang menguatkan kita dari kekurangan dalam mencari dan mendapatkan pendidikan yang tinggi.
Keenam, berdoa pada Tuhan ; Doa merupakan hal penting setiap kita melakukan hal yang baik agar mendapatkan hasil yang baik dan berguna untuk sesama makhluk sosial dan alam. Ya Tuhan Ridhokanlah segala perbuatan baikku dan bimbingkah kami ke jalan yang lurus yakni jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, Ya Tuhan tambahkanlah ilmu kami dan berikanlah karunia pemahaman ilmu yang kami dapat, dengan Kebesaran kasih-Mu, Rahmatilah kami, dan sahabat kami yang baik hatinya untuk mencapai kebesaran hidup kami, dan kami akan menjadi pribadi yang meskipun kami tak tahu akan memulai dan melakukannya, karena dalam melakukan itulah kami akan dibuat tahu, meskipun kami takut, kami akan tetap maju mengahadapinya karena semua orang yang berani adalah orang yang juga ketakutan, tapi tegas memberanikan diri, meskipun apapun yang terjadi, kami bersama Tuhan.

Tidak ada komentar: